Top Articles

[vc_row][vc_column][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]

Selama ini diet identik dengan makan sayur dan buah. Namun, tahukah kamu kalau ada program makan yang mengharuskanmu makan daging untuk diet? Adalah The Slow-Carb Diet gagasan Timothy Ferriss, penulis asal Amerika Serikat, yang akan mengonsep pembakaran lemak melalui pembangunan energi.

[/vc_column_text][rs_space lg_device=”20″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]

The Slow-Carb Diet dianggap sebagai jenis diet alternatif bagi mereka yang alergi atau kurang cocok menyantap makanan jenis tertentu. Berikut ini sejumlah tip yang dapat kamu praktikan dalam program ini.

[/vc_column_text][rs_space lg_device=”25″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]

  • Menghindari Sumber Karbohidrat

[/vc_column_text][rs_space lg_device=”20″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]

Seperti beberapa jenis diet lainnya, The Slow-Card Diet melarangmu mengonsumsi sumber karbohidrat seperti nasi, pasta, mi, roti, kentang, gandum, dan lain sebagainya. Karbohidrat, terutama tipe simpleks, cenderung cepat diubah menjadi gula untuk kemudian diserap tubuh. Asupan karbohidrat dalam jumlah banyak malah akan menciptakan lonjakan glukosa hingga penumpukan lemak. Namun, kamu diizinkan makan sumber karbohidrat kalau ingin melakukan workout sekitar 30 menit sebelum latihan.

[/vc_column_text][rs_space lg_device=”25″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]

  • Konsumsi Sejumlah Makanan Berulang Kali

[/vc_column_text][rs_space lg_device=”20″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]

Rahasia berikutnya yang bakal menyukseskan The Slow-Carb Diet adalah menyantap beberapa jenis makanan secara berulang. Langkah tersebut akan membantu tubuhmu menambah massa otot sekaligus mengurangi lemak tubuh. Maka, sebelum memulai program, susun beberapa menu yang sudah kamu konsultasikan dengan ahli gizi. Jadi kamu bisa langsung mengganti menu kalau sudah bosan atau jenuh makan daging untuk diet ini.

[/vc_column_text][rs_space lg_device=”25″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]

  • Jangan Konsumsi Minuman Berkalori Tinggi

[/vc_column_text][rs_space lg_device=”20″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]

Kandungan kalori tinggi umumnya dijumpai pada minuman manis seperti soft drink. Kamu masih bisa minum teh dan kopi saat sedang menjalankan diet ini, hanya saja tidak boleh ditambahkan gula apalagi creamer. Usahakan minum susu sapi, susu kedelai, atau jenis minuman lain yang kadar kalorinya rendah. Sementara kamu yang suka minum wine, atur batas minumnya menjadi satu gelas per hari, ya, agar berat badan tak cepat naik.

[/vc_column_text][rs_space lg_device=”25″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]

  • Tidak Mengonsumsi Beberapa Jenis Buah

[/vc_column_text][rs_space lg_device=”20″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]

Saran yang satu ini mungkin terdengar bertolak belakang dengan jenis diet lain. Kenyataannya, The Slow-Carb Diet memang tidak menganjurkanmu makan buah, salah duanya alpukat dan tomat. Lantas, jenis buah-buahan lain seperti mangga, pisang, dan durian juga tak diperbolehkan karena mengandung gula dan lemak yang cukup tinggi. Sebagai pengganti, kamu direkomendasikan makan sayur mayur yang sarat serat, vitamin, dan mineral.

[/vc_column_text][rs_space lg_device=”25″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]

  • Menyantap Sumber Protein Sepuasnya

[/vc_column_text][rs_space lg_device=”20″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]

Menyantap sumber protein dalam jumlah tertentu dalam The Slow-Carb Diet diterapkan untuk mengimbangi kurangnya asupan karbohidrat ke dalam tubuh. Beberapa jenis makanan yang dapat kamu konsumsi mencakup daging ayam dan sapi, ikan, telur ayam, sampai kacang-kacangnya. Tim yang bertugas dalam program ini tak menyebutkan porsi ideal per hari. Namun, sebaiknya kamu tetap makan daging untuk diet ini dalam jumlah sewajarnya saja, deh.

[/vc_column_text][rs_space lg_device=”25″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][/vc_column][/vc_row]

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *