LOADING

Type to search

Jangan Asal Gerak Aja ! Coba Kenali Jenis Workout yang Efektif Sesuai dengan Usia Remaja

Jangan Asal Gerak Aja ! Coba Kenali Jenis Workout yang Efektif Sesuai dengan Usia Remaja

Share

Tren workout untuk remaja semakin berkembang berkat mudahnya akses ke tempat fitness atau gym. Sosial media—yang digandrungi sebagian besar muda-mudi masa kini—ambil peran juga dalam menaikkan popularitas workout. Lambat laun, kegiatan fisik yang mulanya ditujukan untuk membentuk tubuh dan menunjang pola hidup sehat, berubah menjadi lifestyle kekinian di kalangan remaja.

Akan tetapi, tren tak selamanya memberikan dampak positif bagi para pelakunya. Workout terdiri atas sesi latihan yang membutuhkan konsistensi dan badan prima. Orang dewasa mungkin tak akan kesulitan melakukan latihan fisik di tempat fitness. Namun, bagaimana dengan remaja yang notabene masih dalam tahap tumbuh kembang?

Efek samping workout untuk remaja

Dengan tubuh yang baru memasuki pubertas, remaja dinilai rentan mengalami cedera saat melakukan workout. Salah satu gangguan yang sering kali dialami adalah pemendekan tubuh. Peluang terjadinya efek samping ini akan semakin besar bila remaja yang bersangkutan tidak memenuhi asupan gizi dan nutrisi untuk tubuh. Contoh kasusnya, dalam workout, kamu biasanya akan diminta mengurangi jumlah kalori dan menambah protein. Anjuran ini kurang aman untuk remaja, karena berpotensi mengganggu perkembangan tubuh dan merusak organ vital seperti ginjal.

Selanjutnya, alat-alat yang digunakan di tempat fitness atau gym memberikan dampak negatif pada praktik workout untuk remaja. Masih berkaitan dengan pemendekan tubuh, rupanya remaja yang sudah sering workout memakai alat—misalnya untuk angkat beban—akan sukar menambah tinggi badan. Hal tersebut disebabkan adanya tekanan dari alat yang akan menambah beban gravitasi terhadap tubuh. Penggunaan alat-alat fitness dalam jangka waktu panjang jelas akan mengantarkan para remaja pada dampak yang semestinya tak mereka alami pada usia tersebut.

Terakhir, kepercayaan diri para muda-mudi juga terancam goyah. Pasalnya, sebagian besar role model yang menggeluti workout mempunyai paras rupawan. Dengan bentuk tubuh bagus, sosok-sosok ini pun lantas dianggap sempurna bagi para remaja. Akibatnya, mereka nekat melakukan workout bukan karena mau hidup sehat, melainkan ingin tampil tanpa cela artinya harus menyakiti tubuh sendiri.

Apakah ada jenis workout yang cocok untuk remaja?

Spesialis gizi dr. Laila Hayati mengungkapkan bahwa pria diperbolehkan olahraga di tempat gym setelah lulus SMA atau usianya sudah melewati 18 tahun. Kemudian, karena masa pertumbuhan pria berhenti saat menginjak usia 21-22 tahun, mereka disarankan menjaga asupan gizi.

Selanjutnya, alat-alat yang digunakan di tempat fitness atau gym memberikan dampak negatif pada praktik workout untuk remaja. Masih berkaitan dengan pemendekan tubuh, rupanya remaja yang sudah sering workout memakai alat—misalnya untuk angkat beban—akan sukar menambah tinggi badan. Hal tersebut disebabkan adanya tekanan dari alat yang akan menambah beban gravitasi terhadap tubuh. Penggunaan alat-alat fitness dalam jangka waktu panjang jelas akan mengantarkan para remaja pada dampak yang semestinya tak mereka alami pada usia tersebut.

Menyoal jenis workout, para remaja dapat memilih jenis latihan yang terbilang ringan seperti aerobik dan jalan di treadmill. Kedua latihan fisik ini akan meningkatkan kesehatan maupun performa jantung beserta paru-paru. Gerakan seperti sit-up, squat, dan push-up juga dapat diambil sebagai workout untuk remaja yang ingin membentuk badan dengan pengawasan ahli.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *