Top Articles

[vc_row][vc_column][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]Sebagian orang masih memaksakan dirinya ketika melakukan olahraga dan ¬†akhirnya melewati batas kemampuannya. Misalnya ketika di gym, orang di sebelahmu bisa mengangkat beban lebih besar dari yang sedang Kamu angkat, dan kebetulan ia juga melemparkan senyum menantang ke arahmu. Wajar kalau Kamu jadi merasa tertantang dan ingin mencoba untuk melebihi apa yang ia bisa, namun Kamu juga harus tahu tanda-tanda ketika Kamu harus berhenti melakukan olahraga.[/vc_column_text][rs_space lg_device=”20″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][rs_space lg_device=”10″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]

Rasa sakit di dada

[/vc_column_text][rs_space lg_device=”20″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][rs_space lg_device=”10″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]Detak jantung yang lebih cepat dan nafas yang tersengal adalah hal yang normal terjadi ketika Kamu melakukan olahraga. Tapi kalau sudah merasa sampai sakit dadanya dan membuatmu kesulitan untuk bernafas, segera hentikan apa yang Kamu lakukan dan mintalah bantuan. Bukan tidka mungkin seseorang bisa terkena serangan jantung ketika berolahraga, dan sakit dada adalah salah satu gejalanya.[/vc_column_text][rs_space lg_device=”20″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][rs_space lg_device=”10″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]

Nafas yang pendek-pendek

[/vc_column_text][rs_space lg_device=”20″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][rs_space lg_device=”10″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]Tanda harus berhenti olahraga selanjutnya adalah nafas yang sulit dilakukan dan pendek-pendek. Apalagi jika Kamu merasa kehabisan nafas padahal hari kemarin melakukan intensitas olahraga yang sama tidak ada masalah. Nafas yang pendek-pendek bisa disebabkan karena tekanan darah yang tinggi atau masalah pada paru-paru. Untuk mengatasinya Kamu bisa istirahat dari olahraga dan memeriksakan diri ke dokter jika gejalanya lebih serius.[/vc_column_text][rs_space lg_device=”20″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][rs_space lg_device=”10″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]

Kepala yang terasa ringan

[/vc_column_text][rs_space lg_device=”20″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][rs_space lg_device=”10″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]Banyak yang bisa menyebabkan kepala terasa kliyengan seperti mau pingsan setelah melakukan olahraga. Salah satunya adalah karena dehidrasi, penyebab lainnya bisa jadi karena Kamu mengonsumsi obat atau makanan penurun tekanan darah sebelum melakukan olahraga. Tapi ketika kepala terasa seperti mengambang saat sedang berolahraga, bisa jadi gejala gangguan pada jantung maupun paru-paru. Pada kasus yang langka, gejala ini juga bisa terjadi sebagai tanda dari serangan stroke atau tumor otak.[/vc_column_text][rs_space lg_device=”20″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][rs_space lg_device=”10″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]

Sendi terasa sakit

[/vc_column_text][rs_space lg_device=”20″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][rs_space lg_device=”10″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]Jika persendianmu sudah terasa sakit, itu artinya adalah tanda harus berhenti olahraga. Persendian yang terasa sakit bisa disebabkan karena beban olahraga yang terlalu berat, biasanya dialami oleh orang yang kelebihan berat badan. Untuk Kamu yang punya masalah dengan sendi, melakukan olahraga yang lebih ringan untuk sendi sebaiknya dilakukan misalnya berenang.[/vc_column_text][rs_space lg_device=”20″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][rs_space lg_device=”10″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]

Kram pada kaki

[/vc_column_text][rs_space lg_device=”20″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][rs_space lg_device=”10″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][vc_column_text dp_text_size=”size-4″]Berolahraga setelah makan biasanya akan menyebabkan kram pada perut. Kram memang masih dianggap wajar ketika Kamu melakukan olahraga, tapi ketika Kamu mengalami kram pada bagian tubuh manapun terutama pada kaki segera hentikan olahraga yang dilakukan. Kram pada kaki bisa terjadi karena ada otot yang tertarik atau bahaya yang lebih serius, yaitu seperti pembuluh darah besar yang tertutup. Jangan abaikan tanda-tanda yang diberikan oleh tubuhmu ketika melakukan olahraga. Jika merasa ada ketidaknyamanan sebaiknya jangan dipaksakan karena olahraga yang melebihi kapasitas diri sendiri hanya akan merugikan dirimu, bukan orang yang mengangkat beban lebih di sebelahmu.[/vc_column_text][rs_space lg_device=”20″ md_device=”” sm_device=”” xs_device=””][/vc_column][/vc_row]

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *