LOADING

Type to search

Bahaya! Ternyata Keju Banyak Mengandung Lemak

Bahaya! Ternyata Keju Banyak Mengandung Lemak

Share

Ternyata Mengandung Lemak, Apakah Boleh Makan Keju Saat Sedang Diet?

Sebagai salah satu produk olahan susu, keju sebenarnya merupakan jenis makanan sehat dan kaya nutrisi, Akan tetapi, banyak orang yang khawatir soal kandungan lemak dalam keju, terutama mereka yang sedang berdiet dan menurunkan berat badan. Jadi, apakah keju harus dihindari sepenuhnya untuk mengurangi berat badan? Temukan jawabannya di sini!

Nutrisi di dalam Keju

Pertama, mari kita cari tahu dulu apa saja kandungan nutrisi yang terdapat di dalam keju.

1. Protein

Kandungan protein kasein di dalam keju membantu menurunkan tekanan darah serta meningkatkan penyerapan mineral di dalam usus. Selain itu, selembar keju cheddar mengandung protein yang jumlahnya sama dengan protein di dalam segelas susu.

2. Lemak

Bagaimana soal kandungan lemak dalam keju? Untuk selembar kedu cheddar (28 gram), ada kandungan 9 gram lemak yang 5 gramnya sendiri merupakan lemak jenuh. Angka tersebut sudah dapat memenuhi kira-kira 25% kebutuhan lemak harian.

Memang angka tersebut cukup tinggi, tapi tetap merupakan jumlah lemak yang dibutuhkan setiap individu, termasuk yang sedang diet sekalipun. Sebab lemak berfungsi menjadi cadangan energi untuk sel-sel tubuh saat jumlah karbohidrat yang ada terbatas atau sudah habis. Lemak pun bermanfaat untuk menyimpan gizi penting di dalam tubuh.

3. Kalsium

Jumlah konsumsi kalsium yang cukup setiap hari akan berkontribusi dalam penurunan berat badan dan peningkatan komposisi tubuh. Para ahli menduga bahwa hal tersebut dikarenakan fungsi kalsium, terutama dari produk olahan susu, dalam membantu proses pembakaran lemak sehingga lemak yang masih tersimpan di dalam tubuh pun berkurang.

Makan Keju Saat Diet, Bolehkah?

Sebuah penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa konsumsi susu atau produk olahan susu tidak menunjukkan dampak pada kenaikan berat badan maupun komposisi tubuh anak dan remaja. Penelitian lain menunjukkan bahwa anak yang mengonsumsi susu atau produk olahan susu memiliki angka indeks massa tubuh (BMI atau body mass index) yang lebih rendah dibandingkan anak yang mengonsumsi susu atau produk olahan susu dalam jumlah kurang.

Sedangkan pada orang dewasa, penelitian membuktikan kalau konsumsi 3 sampai 4 produk susu seperti susu, yogurt, dan keju tidak memengaruhi pertambahan berat badan atau komposisi tubuh. Justru hal tersebut membantu seseorang mengendalikan berat badan mereka.

Konsumsi produk susu dengan jenis-jenis makanan lainnya agar program pengelolaan berat badan semakin efektif. Misalnya konsumsi produk susu dengan diet tinggi protein untuk percepatan penurunan massa lemak dan peningkatan massa non lemak, termasuk bagi para wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas.

Selain itu, protein di dalam keju justru membantu seseorang menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan kemampuan protein untuk memperlambat gerak makanan di dalam saluran pencernaan, sehingga Anda pun bisa merasa kenyang lebih lama. Hal ini pun membantu menstabilkan kadar gula darah agar nafsu makan dan mengemil tidak terpicu.

Kuncinya, Konsumsi Keju yang Cukup

Meskipun ada kandungan lemak dalam keju, bukan berarti Anda harus stop makan keju saat menurunkan berat badan. Hanya saja, pastikan bahwa jumlahnya tidak berlebihan. Imbangi juga dengan menu makan sehat dan olahraga secara rutin agar tidak ada efek pertambahan berat badan karena makan keju.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *