LOADING

Type to search

Kesalahan Mengonsumsi Kentang Sehingga Bikin Naik Berat Badan

Kesalahan Mengonsumsi Kentang Sehingga Bikin Naik Berat Badan

Share

Siapa di antara kamu yang cemas kalau kentang bisa bikin gemuk? Anggapan ini muncul karena kentang merupakan salah satu sumber karbohidrat seperti nasi yang kerap disalahkan karena bikin berat badan naik. Lantas, apakah dugaan tersebut tepat? Adakah faktor-faktor lain yang membuat konsumsi kentang kurang baik terhadap berat badanmu?

Kandungan nutrisi dalam kentang

Selain sumber karbohidrat, kentang mengandung sari pati yang umumnya ditemukan pada umbi-umbian seperti ubi, singkong, dan batang sagu. Kandungan nutrisi lain yang terdapat pada kentang mencakup zat besi, vitamin B6 dan vitamin C, serta kalium yang melimpah. Mengonsumsi kentang dalam jumlah normal akan memenuhi 20% kebutuhan tubuh akan kalium harian yang bakal membantu natrium dalam mengendalikan tekanan darah.

Sebuah penelitian pun menemukan bukti bahwa makan 6 sampai 8 kentang ungu per hari berpotensi menjaga berat badan hingga menurunkan tekanan darah berkat antioksidannya yang tinggi, lho. Dengan kata lain, risiko kalian mengalami serangan jantung, diabetes, hingga stroke juga lebih kecil.

Di sisi lain, jumlah nutrisi yang terkandung dalam kentang berbeda berdasarkan varietas. Pengecualian dilakukan terhadap ubi jalar yang termasuk sumber beta-karoten tertinggi dan antioksidan di dalamnya bisa diubah menjadi vitamin A.

Kesalahan saat mengonsumsi kentang

Jika menilik pemaparan di atas, sepertinya anggapan kentang bisa bikin gemuk bisa kamu bantah, ya? Kenyataannya, kemungkinan berat badanmu bertambah gara-gara kentang tetap ada, lho, dan hal ini ternyata datang dari cara kamu mengolah hingga mengonsumsinya.

Salah satu metode pengolahan kentang yang paling sering digunakan adalah menggoreng. Teknik ini memang praktis, tetapi berpotensi mendongkrak kadar lemak jahat, kalori, hingga sodium pada kentang. Umbi-umbi ini bakal berubah menjadi faktor penggemuk saat kamu menghaluskannya bersama mentega, krim asam, serta mayones untuk dijadikan salad. Kemudian, kentang panggang yang dimasak memakai minyak zaitun, keju parmesan, dan rosemary juga bakal menambah jumlah kalori. Bayangkan sebanyak apa kalori dan lemak yang masuk ke tubuhmu saat menyantap olahan-olahan kentang tersebut?

Belum berhenti sampai di situ, sebuah studi menyebutkan konsumsi kentang polos dan kentang goreng berkaitan dengan risiko diabetes melitus tipe 2, khususnya pada perempuan. Akan tetapi, korelasi ini baru terjadi pada perempuan gemuk, mempunyai resistensi insulin yang kurang stabil, sampai kurang aktif latihan fisik. Riset lain menyatakan perempuan yang mengonsumsi lebih dari empat porsi kentang panggang, rebus, atau tumbuk per minggu berpeluang lebih besar mengalami hipertensi.

Intinya, sih, kamu tidak dilarang makan kentang. Dengan catatan, kamu harus tahu metode pengolahan dan konsumsi yang sesuai. Jadi, kamu tak akan dihantui anggapan kentang bisa bikin gemuk dan dapat menikmatinya tanpa dibayangi kecemasan berlebih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *